<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Makam &#038; aktifitas tahunan yang mengikutinya</title>
	<atom:link href="http://scrapbook.bangwinet.com/2007/01/makam-aktifitas-tahunan-yang-mengikutinya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://scrapbook.bangwinet.com/2007/01/makam-aktifitas-tahunan-yang-mengikutinya/</link>
	<description>collected stuff from my journey</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 01:29:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: bangwin</title>
		<link>http://scrapbook.bangwinet.com/2007/01/makam-aktifitas-tahunan-yang-mengikutinya/#comment-86</link>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 11:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thethought.bangwinet.com/?p=5#comment-86</guid>
		<description>That's one good point, Des. Thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>That&#8217;s one good point, Des. Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dessy</title>
		<link>http://scrapbook.bangwinet.com/2007/01/makam-aktifitas-tahunan-yang-mengikutinya/#comment-7</link>
		<dc:creator>dessy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 11:45:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thethought.bangwinet.com/?p=5#comment-7</guid>
		<description>seru juga baca beberapa tulisanmu, khususnya tentang makam ini. Mungkin agak telat baca ya, maklum saya baru tahu website ini.
Entah mengapa, saya senang bila pergi ke makam, dimana berjejer batu nisan, gundukan tanah, hijau rumput dan wangi bunga. bukan mengingatkan akan kematian, namun mengingatkan betapa hidup penuh ironi meskipun ia telah mati. Unik sekali melihat ironi kehidupan pada sebuah nisan.sebut saja nisan yang sudah rapuh, tak ada bunga, ukiran namapun sudah pudar, betapa kesepiannya si makam ini ketika makam-makam yang lain diziarahi kerabat saat lebaran tiba. atau sebuah nisan yang megah, rapih, indah, terawat oleh penjaga makam, namun tak pernah diziarahi oleh kerabat, sama-sama kesepiannya meskipun berbeda kondisi.
Namun bila mayat-mayat ini harus dikremasi untuk menghindari kemacetan (seperti yang  bangwin katakan), mungkin sumber minyak bumi, kesuburan tanah tak akan ada lagi. Lalu siapa yang akan mulai merasa "kesepian" sekarang?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seru juga baca beberapa tulisanmu, khususnya tentang makam ini. Mungkin agak telat baca ya, maklum saya baru tahu website ini.<br />
Entah mengapa, saya senang bila pergi ke makam, dimana berjejer batu nisan, gundukan tanah, hijau rumput dan wangi bunga. bukan mengingatkan akan kematian, namun mengingatkan betapa hidup penuh ironi meskipun ia telah mati. Unik sekali melihat ironi kehidupan pada sebuah nisan.sebut saja nisan yang sudah rapuh, tak ada bunga, ukiran namapun sudah pudar, betapa kesepiannya si makam ini ketika makam-makam yang lain diziarahi kerabat saat lebaran tiba. atau sebuah nisan yang megah, rapih, indah, terawat oleh penjaga makam, namun tak pernah diziarahi oleh kerabat, sama-sama kesepiannya meskipun berbeda kondisi.<br />
Namun bila mayat-mayat ini harus dikremasi untuk menghindari kemacetan (seperti yang  bangwin katakan), mungkin sumber minyak bumi, kesuburan tanah tak akan ada lagi. Lalu siapa yang akan mulai merasa &#8220;kesepian&#8221; sekarang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
